Sabtu, 31 Desember 2011

“Hendak Rayakan Tahun Baru” Dua Pemuda Tewas Tabrak Truk Parkir

AliansiJournalis
Rembang
Nasib naas dialami Kusnadi (21 th),dan Darsuki 20 th  keduanya warga Desa Pandangan wertan RT 7/RW 2  Kecamatan Kragan , Rembang pada sabtu (31/12) sekira pukul 20.00 W.I.B  tewas mengenaskan setelah sepeda motor yang dikendarainya menghantam sebuah truk yang tengah parkir di pinggir jalan pantura turut , Desa Sumur tawang , Kecamatan Kragan  Rembang

“Kedua pemuda tersebut berboncengan  dari arah timur hendak ke Rembang merayakan tahun baru  dengan menggunakan    sepeda motor K 2034 WD diduga saat   di TKP Karena kurangnya penerangan lampu jalan  , korban tiba-tiba menabrak dari belakang sebuah truk tronton Nopol  H 1609  LG  yang parkir di bahu Jalan tanpa ada rambu –rambu pengaman dan penerangan serta Gasun ”Ungkap Pujianto  salah satu saksi dilokasi kejadian   
 
Puji menambahkan sebelumnya  pada sabtu pagi dilokasi kejadian  ada truk tronton Bernopol H.1619 KA dengan muatan  spartpart kursi perkantoran terguling ,dan pada  sorenya  sekitar pukul 18.00 datanglah  truk tronton H.1609 LG  yang dikemudikan Jaris  66 th  warga desa jetakpejaten RT.4/RW/2 Kec. Jati Kab.Kudus  ,bermaksud memindah muatan dari truk yang terguling tersebut namun sial saat truk diparkir dan memindah muatan hingga malam hari  ,dirinya tak menyadari kalau hal itu berakibat fatal karena tak  memasang rambu-rambu pengaman yang memadai “ Terangnya

Masih kata puji usai  kejadian Jaris  pengememudi truk tersebut  sempat menjadi bulan-bulanan warga karena khawatir  akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan kami langsung mengamankan ke kantor polisi  sedang pengemudi truk yang terguling  yang belum diketahui identitasnya diduga melarikan diri ““Ungkapnya

Kasat Lantas Polres Rembang AKP Dudi Pramudi didampingi Kanit Laka Iptu Suhada saat dikonfirmasi wartawan di TKP mengatakan disamping  korban kurang antisipasi saat mengendarai motornya,juga disebabkan karena pengemudi  truk yang hendak memuat muatan dipinggir jalan tersebut  tak meberikan rambu pengaman dan  tak  meminta bantuan petugas dari kepolisian lalu lintas  hal inilah juga jadi penyebab kerawanan bagi pengguna  jalan pantura yang melintas  sehingga mengakibatkan kecelakaan”Ungkapnya

Pihaknya  ,menghimbau kepada semua pengemudi  kendaraan yang hendak parkir diharapkan memahami aturan parkir diantaranya larangan  parkir yang melebehi di punggung jalan , disamping itu kendaraan harus dilengkapi  dengan  alat -alat keselamatan seperti segitiga pengaman dan lampu pencahayaan  sebagai penerangan pengaman saat parkir 
 
“Kami  masih terus menyelidiki peristiwa kecelakaan maut terasebut ,dengan memeriksa sopir truk dan  saksi yang sempat melihat kejadian." terang Kanit Laka Sat Lantas Polres Rembang  Iptu Suhada (hasan) .

Raman 10 TPI meningkat mencapai 251 Milyar

AliansiJournalis
Rembang
Hasil produksi raman penjualan ikan di Tempat pelelangan Ikan (TPI) di wilayah Rembang mengalami peningkatan di tahun ini. Data Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Rembang, menjelang tutup tahun  raman di 10 TPI mencapai Rp.251,7 milyar.

”Bulan sebelumnya tercatat hanya Rp.23,7 milyar. Sementara untuk produksi ikan mengalami peningkatan dari 5,6 ton naik berkisar menjadi 44,8 ton,” papar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Ir Suparman.
Menurutnya dia, siklus peningkatan raman hampir menyeluruh di 10 TPI diwilayah Rembang, khususnya terjadi pada bulan April hingga Nopember. Sedangkan dari sisi Pendapatan Asli daerah (PAD) juga mengalami peningkatan. ”Tahun 2010 lalu berkisar Rp.6,7 Milyar, meningkat mencapai Rp.9 Milyar pada tahun ini,” cetusnya. 

Lebih lanjut dikatakan, walau pendapatan dari swektor prikananan tahun ini meningkat, saat melaut nelayan diimbau harus waspada menghadapi di musim baratan. Khususnya adanya anging kencang maupun gelombang besar, sehingga mereka diminta berberhati-hati. ”Sekaligus kami ingatkan supaya nelayan juga membawa bekal alat keselamatan saat melaut. Untuk mengantisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,”imbuhnya.(hasan)

PA Rembang Segera Luncurkan Program Baru, Sidang Cerai Di Kecamatan

AliansiJournalis
Rembang
Pengadilan Agama (PA) IB Kabupaten Rembang akan meluncurkan program baru dalam optimalisasi pelayanan kepada warga yang membutuhkan. Program tersebut diluncurkan mulai tahun depan, yakni melakukan sidang perceraian di tingkat kecamatan.

Wakil panitra PA 1B Rembang, Bahiroh, saat ditemui di kantornya, Jumat (30/12) menjelaskan, salah satu faktor utama dilakukan program itu didasarkan pada jarak yang dirasa jauh dari tempat persidangan. Oleh karena itu, diluncurkan program baru dengan melaksanakan persidangan perceraian di tingkat kecamatan sebagai bentuk pemaksimalan pelayanan. ”Ini adalah bentuk pemaksimalan pelayanan terhadap masyarakat, terutama daerah terpencil,” ujarnya.
Rencananya, lanjut dia, ada dua daerah yang menjadi sasaran utama yaitu Kecamatan Sale dan kecamatan Sarang. Pasalnya berdasarkan letak geografi dua kecamatan tersebut jaraknya lumayan jauh dan beberapa desa termasuk desa terpencil. ”Karena keterbatasan petugas maka kami akan fokuskan kecamatan sale untuk menjadi target pertama. Setelah berjalan kemungkinan, secara bertahap masuk ke wilayah Kecamatan Sarang,” jelasnya.

Masih kata dia, saat ini PA 1B Rembang memiliki enam hakim dan satu panitra. Dengan jumlah tersebut, rencana kedepan tiga hakim dan satu panitra akan di tugaskan setiap rabu untuk melakukan persidangan ditingkat kecamatan. Dengan intensitas tiga kali setiap satu bulann serta terdapat kasus perceraian. ”Kamipun akan sefleksibel mungkin dalam membuat jadwal sidang  perceraian. Kemungkinan dilaksanakan tiap hari Rabu.” cetusnya.

Ditambahkan, untuk sementara pendaftaran perceraian masih di kantor PA 1B Rembang, sedangkan pelaksanaan sidang digelar di kecamatan. Lamban laun untuk pendaftaran akan dilayani di kecamatan, sehingga masyarakat bisa terfasilitasi secara maksimal. “Untuk para hakim dan panitra sampai dengan saat ini tidak ada yang keberatan dengan apa yang menjadi program PA 1B Rembang. Dengan berbekal kesadaran akan meningkatkan pelayanan publik, semua bisa menerima dengan senang hati,” imbuhnya.

Terpisah, Camat Sale, Sunarto, saat dikonfirmasi menyaatakan pihaknya menyambut positif dengan adanya program baru itu. Karena warga yang seharusnya menempuh jarak cukup jauh ke Rembang, dimudahkan bila diadakan persidangan di tingkat kecamatan. ”Saya sangat menyambut positif akan program ini. Bahkan kemarin saat dilakukan survey oleh kepala PA antusias warga juga sangat bagus,” ungkapnya.

Untuk fasilitas lanjutnya, aparatur kecamatan Sale akan memberikan fasilitas sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan untuk persidangan, menempati ruang seadanya di lingkungan kecamatan, dengan ukuran 4x7 meter persegi dan 3x3 meter persegi untuk tempat pendaftaran lengkap dengan meja dan kursi. “adapun upaya sosialisasi akan kewaspadaan perceraian juga sudah dilakukan pihak PA 1B Rembang, termasuk akan diadakannya persidangan di tingkat kecamatan,” tandasnya

Sekedar untuk diketahui, saat ini dari Kecamatan Sale didaftarkan 96 kasus perceraian, sementara dalam hitungan PA 1B Rembang, dalam satu tahun ini tercatat 1200 perkara perceraian se-Kabupaten Rembang. Sehingga dapat disebutkan tingkat perceraian di Kecamatan Sale tergolong lebih tinggi dibandingkan 13 kecamatan lain.(hasan)
Jumat, 30 Desember 2011

Dandim Resmikan Musholla

AliansiJournalis
Rembang
Wujudkan  kemanunggalan dengan rakyat Kodim 0720 Rembang   mendirikan mushola, di Desa sluke kecamatan sluke yang diresmikan langsung oleh Dandim 0720/Rembang Letnan Kolonel Arm Dedy Jusnar Hendrawan.

Dandim 0720/Rembang Letnan Kolonel Arm Dedy Jusnar Hendrawan kepada wartawan mengatakan, kerjasama antara TNI dengan masyarakat harus terus ditinggkatkan, Hal ini akan menciptakan peningkatan rasa gotong royong, dan memantapkan keterpaduan TNI manunggal sehingga tercipta ketahanan masyarakat yang kuat.kokoh
”Kegiatan ini merupkan insiatif koramil Sluke yang perlu ditingkatkan dan dapat menjadi contoh bagi semua pihak. Karena ditengah keterbatasan mereka tetap mampu menjadi motor penggerak kemanuggalan dengan masyarakat dengan membangun sarana ibadah,”Terangnya
Dandim berharap  Dengan kegiatan postif tersebut, interaksi antara TNI dan masyarakat akan terus terpelihara.”Gotong royong dapat dijadikan sebagai modal sosial untuk menata masa depan yang lebih baik, dengan demikan kami berpesan kepada warga agar dapat memelihara secara bersama-sama hasil kegiatan tersebut,”Ungkapnya .
Disisi lain Dandim juga mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi dari semua pihak.” Kegiatan ini tidak mungkin dapat terwujud tanpa adanya kerja sama yang hermonis dari semua pihak.” Pungkasnya (hasan)

"Sikat Pekat"Polres Rembang Sebar Anggota Pantau Titik Rawan Macet

AliansiJournalis
Rembang
Anggota kepolisian jajaran Polres Rembang disiagakan mengamankan akhir pekan besok saat perayaan malam pergantian tahun. Sejumlah titk rawan macet telah dipetakan, akan dijaga personel polisi hingga kondisi pulih kembali, usai keramaian.

"Kita mempunyai 647 personel polisi dari berbagai satuan dan polsek. Selebih dari 260 orang anggota yang dilibatkan dalam operasi lilin candi, diperintahkan menempati pos sesuai isi surat perintah," papar Kapolres Rembang, AKBP Adhy Fandy Ariyanto, Jumat (30/12), di ruang kerjanya.

Menurut orang pertama di wilayah hukum Polres Rembang tersebut, sampai saat ini belum ada pihak mengajukan ijin terkait keramaian yang bisa menyedot ribuan massa. Sehingga pihaknya belum bisa memastikan fokus perhatian yang harus mendapat skala prioritas. "Beberapa hiburan jelang malam pergantian memang ada, seperti pagelaran wayang kulit, hiburan organ tunggal dan lainnya. Namun skupnya lokal, maka kemungkinan besar tidak sampai ditonton ribuan orang,' sergahnya.
Kapolres Rembang, AKBP Adhy Fandy Ariyanto
 Lanjut AKBP Adhy Fandy Ariyanto, aparatnya akan mengamankan perayaan malam pergantian tahun sesuai dengan isi surat perintah yang diterima. Semua harus berada di tempat tugasnya, sampai mendapat perintah untuk meninggalkan tempat. "Ada yang mengamankan jalan dan tempat-tempat hiburan alternatif yang rawan menyebabkan macet. Sedangkan sebagian anggota yang berada di tiap Mapolsek diinstruksikan siaga di tempat untuk mengantisipasi keamanan wilayah masing-masing," cetusnya.

Saat disinggung terkait ketertiban berlalu lintas, AKBP Adhy Fandy Ariyanto menjawab semua pengguna jalan tetap harus disiplin mematuhi semua rambu-rambu lalu lintas. Pihak kepolisian tidak mengadakan operasi lalu lintas, namun bila diketahui pengendara kendaraan bermotor dalam kondisi mabuk, tentunya akan ditindak tegas. "Termasuk untuk bentuk-bentuk pnyakit masyarakat, pelakunya akan kami sikat. Oleh karena itu sekaligus kami himbau agar warga merayakan malam pergantian tahun dengan wajar dan tidak melanggar kamtibmas," tandasnya.

Apabila pengguna jalan yang melintas pantura Rembang bermaksud menghindari keramaian, bisa lewat jalur-jalur alternatif yang disiapkan saat arus mudi-balik lebaran kemarin. Pada jalur-jalur tersebut telah terpasang tanda penunjuk arah, sehingga tidak perlu khawatir akan tersesat. "Penggunaan jalur alternatif di dalam kota akan diberlakukan manakala kemacetan sulit diurai. Tentunya dalam hal ini akan diberlakukan setelah kami berkoordinasi dengan Kasatlantas Polres Rembang,"Ungkapnya.
     
Masih kata Kapolres Meski pengamanan tahun baru masih terkait dengan pengamanan peringatan hari
natal, khusus untuk wilayah pantura Kabupaten Rembang sejumlah titik rawan juga menjadi perhatian jajaran Polres setempat. Salah satu kerawanan tersebut adalah  kemunculan bajing loncat.”Tandasnya

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Rembang, Suyono SH, menyampaikan agar pengendara kendaraan bermotor tidak melakukan konvoi di jalan raya, karena selain rawan macet, tentunya juga rawan laka. Rambu-rambu lalu lintas harus dipatuhi, agar tidak menimbulkan kesemrawutan di jalan.
"Pengguna jalan diharap mematuhi trafick light, marka jalan dan rambu lainnya agar kondisi jalur pantura lancar, aman dan terkendali,"h imbaunya.

Apabila pengguna jalan yang melintas pantura Rembang bermaksud menghindari keramaian, bisa lewat jalur-jalur alternatif yang disiapkan saat arus mudi-balik lebaran kemarin. Pada jalur-jalur tersebut telah terpasang tanda penunjuk arah, sehingga tidak perlu khawatir akan tersesat. "Penggunaan jalur alternatif di dalam kota akan diberlakukan manakala kemacetan sulit diurai. Tentunya dalam hal ini akan diberlakukan setelah kami berkoordinasi dengan Kasatlantas Polres Rembang,"Ungkapnya.(hasan)

Anggtota Satpam Harus Bersetifikasi

AliansiJournalis
Rembang

Satuan Pengamanan (Satpam) di seluruh wilayah nusantara merayakan hari jadi ke-31 tahun 2011, Jumat (30/12). Pelaksanaan upacara korps putih-biru di Kabupaten Rembang, berlangsung di halaman Mapolres Rembang.

Selaku irup dan membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Drs Timur Pradopo, disebutkan oleh Kapolres Rembang AKBP Adhy Fandy Ariyanto, bila jaaran kepolisian memberikan apresiasi tinggi dengan tema yang diusung yaitu peningkatan fungsi dan satpam pada openerapan industrial security dalam rangka intensifikasi kemitraan bersama polri guna terpeliharanya kamtibmas. "Dimaksudkan untuk memberikan semangat perubahan yang harus direalisasikan bersama dengan mengedepankan komitmen, kerja sama dan konsistensi dari segenap stakeholder dalam rangka mendapatkan pengakuan profesionalitas di bidang industrial security di Indonesia," ucapnya.


Seterusnya dibacakan bahwa sesuai pasal 14 ayat 1 huruf F Undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, disebutkan bahwa Polri dalam melaksanakan tugas pokoknya melakukan koordinasi pengawasan dan pembinaan terhadap Polsus, PPNS, dan bentuk-bentuk pengamanan pengamanan swakarsa. "Dengan penjelasan, bentuk-bentuk pengamanan pengamanan swakarsa tersebut merupakan suatu bentuk pengamanan yang diadakan atas kemauan, kesdaran dan kepentingan masyarakat sendiri yang kemudian memperoleh pengukuhan dari Kepolisian Negara Republik Indonsia, seperti satuan pengamanan (satpam) lingkungan dan badan usaha di bidang jasa pengamanan," katanya.

Lebih lanjut AKBP Adhy Fandy Ariyanto menyampaikan, satpam yang melaksanakan tugas pengamanan swakarsa merupakan mitra sejajar Polri dan diberi kewenangan kepolisian terbatas di lingkungannya, mempunyai posisi strategis dalam mebantu pelaksanaan tugas Polri, khususnya dalam penerapan industrial security di Indonesia. "Bahkan negara-negara yang tergabung dalam International For Standardization Organitaion (ISO) dalam rilis standar ISO-23 societal security mengisyaratkan panduan pada setiap investasi bahwa pengamanan tidak lagi diposisikan sebagai biaya (cost-centre), tetapi merupakan bagian utuh dari investasi (profit-centre)," sebutnya.

Ditemui usai kegiatan, AKBP Adhy Fandy Ariyanto menerangkan, dalam era profesionalisme kerja sekarang ini, tenaga satpam tentunya harus sesuai dan selaras menjadi tenaga yang profesional pula. "Mereka dapat bekerja di lingkungan kerja manapun bila telah memiliki sertifikat resmi yang dikeluarkan Polri," tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, perusahaan yang mempekerjakan tenaga keamanan dan lembaga pengerah jasa tenaga kerja pengamanan harus menggunakan personel yang bersertifikasi. "Apabila belum dipenuhi maka mereka diikutkan dalam pendidikan dasar satpam yang setiap tahun diselenggarakan Polres selama satu minggu dilanjutkan pada periode berikutnya tataran mahir selama satu minggu pula, dengan materi pengetahuan bidang kepolisian secara komplit dan kemampuan menguasai bela diri," cetusnya.

Bahkan ada satu kejadian unik dari pendidkan dasar dan mahir satpam yang diadakan setiap tahun, yakni beberapa sekolah atas inisiatif sendiri menyertakan tenaga penjaga malam disertakan pada program tersebut. "Peristiwa yang tergolong unik dan tentunya kita sambut gembira, karena pihak sekolah juga telah mengedepankan profesionalitas kerja. Bersedia mengusahakan personel yang dipercaya menjaga keamanan sekolah memperoleh sertifikat sebagai tenaga profesional, terlebih jam tugasnya pada malam hari, situasi dan kondisi kerja yang perlu dilakukan oleh tenaga pengamanan yang mumpuni," tandasnya.(hasan)
Kamis, 29 Desember 2011

Semen SG Lakukan Dialog.

AliansiJournalis
Rembang 
Pihak pabrik PT Semen Gresik (SG) persero, kembali melakukan sosialisasi penyusunan amdal terkait rencana pendirian pabrik semen di wilayah Kecamatan Gunem,Kabupaten Rembang,Kamis kemarin. Bila PT SG nantinya jadi berdiri di Gunem maka diperkirakan akan mampu memproduksi semen sebanyak tiga juta ton setiap tahunnya.
Demikian dikemukakan Ir Lilik Setiyono, Kepala penelitian dan pengembangan bahan baku PT Semen Gresik ( Persero) kepada wartawan di sela-sela sosialisasi gedung haji rembang pada   kamis  (29/12)pagi
Lilik Setiyono, Kepala penelitian dan pengembangan bahan baku PT Semen Gresik  Persero
Menurut Lilik, kebutuhan semen di Indonesia dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan.”Kami prediksikan pada tahun 2012 nanti kebutuhan semen di Indonesia mencapai 48 juta ton,” jelas Lilik.

Terkait rencana pendirian pabrik semen di Rembang, kata Lilik,pihak PT SG akan membutuhkan lahan seluas 900 hektar. Lahan seluas itu masuk wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo dan KPH Mantingan serta masyarakat yang mukim di Kecamatan Gunem.(hasan)

Management PT RBSJ Terisi

AliansiJournalis
Rembang
Kekosongan kursi Komisaris dan Direksi PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) telah terisi melalui keputusan tertinggi rapat umum pemegang saham (RUPS), belum lama ini. Pejabat baru berasal dari internal BUMD mili Pemkab Rembang tersebut, dengan pertimbangan efisiensi dan sudah tahu karakter perusahaan. 

Kabag Adminstrasi Perekonomian Setda Rembang, Munthoha saat dikonfirmasi menerangkan, Komisaris semula Subagyo digantikan oleh Al Islah yang sebelumnya menjabat Kabag Keuangan RBSJ. Sedangkan posisi Direktur Utama PT RBSJ dari Agung Rohmadi kini dijabat Prilestiyo SE, sebelumnya menjabat Kabag Tekhnik dan Noto Aditiyo SE sebelumnya Kabag Akutansi ditunjuk sebagai Direktur. “Sekaligus dilakukan perampingan unsur manajemen, hal ini dalam rangka efiisien sumberdaya maupun biaya operasional RBSJ. Jabatan kepala bagian dikosongkan, nantinya dihandel oleh Direktur Utama maupun Direktur,” paparnya

Kabag Adminstrasi Perekonomian Setda Rembang,Ir. Munthoha

 Dia sebutkan pengisian manajemen PT RBSJ secara legal formal sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dan pejabat baru bisa segera menjalankan roda perusahaan, lagipula sesuai Undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan, maupun AD/ART tidak ada perintah untuk melantik pejabat baru. “Kalaupuan ada pelantikan hanya sebatas seremonial saja,” sergahnya.

Ditambahkan, sebagai komitmen dari Komisaris dan Direktur PT RBSJ yang baru, mereka telah menandatangani pakta integritas, diantaranya tidak akan melakukan praktik KKN, melaksanakan tugas secara bersih dan profesional, mengutamakan kepentingan perusahaan. “Mencari untung sebesar-besarnya, tidak bertentangan dengan hukum dan siap untuk tidak menuntut gaji besar sebelum perusahaan menmperoleh laba cukup tingi,” imbuhnya. 

Dalam pakta integritas sekaligus ditekankan apabila mereka melanggar hal-hal yang dinyatakan sesuai semua hal yang disepakati, bersedia dikenakan sanksi. “Tentunya berupa sanksi administrasi sesuai dengan peraturan yang ada,” pungkasnya.(hasan)

MA YSPIS Terima Bantuan Perangkat Internet Plus

AliansiJournalis
Rembang
Jalinan kerja sama Kementrian Agama dengan PT Telkom dalam memajukan dunia pendidikan, diwujudkan dengan disalurkannya perangkat internet plus. Madrasah binaan Kementrian Agama memperoleh bantuan sarana hot spot dan prasarana komputer jinjing/laptop.

Salah satu madrasah penerima bantuan tersebut yakni Madrasah Aliyah YSPIS Gandrirojo Kecamatan Sedan. Hari Minggu bantuan diterima Kepala Sekolah Muhtar Nuha,  langsung dipasang di area sekolah dan terhitung kemarin sudah lancar dioperasionalkan, beralamat www.santriyspis.com. 
 "Hot spot area berdaya jangkau sekira 100 meter dari MA YSPIS. Sedangkan bantuan 14 unit laptop, diperuntukan meningkatkan kualitas mapel tekhnologi informatika yang diajarkan di sekolah," papar Muhtar Nuha, Kamis (29/12).

Menurut dia, karena 14 unit laptop merupakan bantuan bertujuan meningkatkan kualitas pendidkan di madrasah, maka benda tersebut tidak diperkenankan dibawa pulang oleh para guru, karyawan dan siswa, ditempatkan di laboratorium komputer, sebagai inventaris dan aset sekolah serta boleh digunakan kapan saja untuk hal-hal positif. "Kedepan sekolah juga akan membuat blog dan tiap kelas yang berjumlah 12 ruang, setiap hari diwajibkan menampilkan tulisan berisi informasi MA YSPIS Gandirojo," ujarnya dengan mimik serius.

Lebih lanjut disampaikan, dengan adanya 14 unit laptop kini perangkat komputer di laboratorium TI MA YPIS berjumlah 34, semula berisi 20 unit komputer (PC). "Kami sendiri selaku pengelola sekolah menargetkan hingga akhir tahun pelajaran 2011/2012 akan menambah 20 unit komputer lagi. Untuk mengingkatkan kemampuan siswa dalam menguasai tekhnologi informatika," imbuhnya.

Dengan makin lengkapnya sarana dan prasarana internet, maka animo warga Kecamatan Sedan dan sekitarnya menempercayakan pendidikan putra-putrinya ke sekolah yang dipimpinnya akan makin bertambah. "Selaku pimpinan MA YSPIS Gandrirojo, saya tentu harus meegang amanah dengan cara berupaya memberikan kemajuan kepada siswa-siswi yang menuntut ilmu di sini," tandasnya.(hasan)
Rabu, 28 Desember 2011

Dukung Pabrik Semen LSM Pasang Belasan Spanduk

AliansiJournalis
Rembang
Geliat berdirinya pabrik Semen Gresik dikecamatan Gunem kabupaten Rembang ternyata disambut positif oleh elemen masyarakat,salah satunya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Serikat Masyarakat Cinta Damai (Semar Cindai) yang berkantor di Jalan Diponegoro 37 Rembang.
Hari Rabu (28/12) sejumlah 30 orang pengurus harian secara beramai ramai memasang belasan spanduk bertuliskan LSM Semar Cindai Mendukung Berdirinya Pabrik Semen dengan kalimat dipojok kanan atas Jembatan Aspirasi Rakyat dan Investor
Ketua Umum LSM Semar Cindai ,Suparno Gusno disela-sela kegiatan pemasangankepada sejumlah wartawan mengatakan,kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dari anak bangsa yang ingin daerah Rembang maju dan bisa mengakomodir kepentingan masyarakat Rembang terutama mengurangi angka kemiskinan dengan berdirinya pabrik semen yang dapat menyerap tenaga kerja ribuan.
“Ini kan program dari Gubernur Jawa Tengah,kami sebagai masyarakat bawah menilai program itu sangat bagus dan harus didukung oleh semua kelompok masyarakat,termasuk dari LSM Semar Cindai,adapun dana untuk pembuatan spanduk berasal dari swadaya anggota kami sendiri,bukan dari lembaga atau instansi lain.Semoga lembaga lain yang mendukung program pemerintah propinsi dan pemkab Rembang ini segera mengibarkan dukungan dalam bentuk yang lain”kata Suparno

Dia juga menegaskan,semen Gresik yang ada di Rembang harus berdiri pada tahun 2012 sebab kebutuhan semen  sangat diharapkan untuk pembangunan Negara disektor infrastruktur.
“Ketika pabrik semen ini berdiri kami yakin ekonomi masyarakat sekitar pabrik akan terdongkrak,dan Rembang akan maju melampaui kota-kota lain,”tandasnya(Hasan)

15 LMDH Terima Dana Sharing

AliansiJournalis
Rembang
Bertempat diaula Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo beberapa waktu lalu  Administratur .Perhutani Kebon Harjo Ir.Sudarwanto menyerahkan sejumlah dana sebesar Rp759 juta untuk 15 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dana tersebut adalah dana bagi hasil produksi (sharing) pada tahun 2010 ,Kurun waktu 7 tahun dimulai semenjak tahun 2003 hingga tahun 2010 Perhutani Kebonharjo  telah menyalurkan dana sharing ke LMDH  Wilayah Perhutani Kebon harjo total keseluruhan diperkirakan sebesar Rp.4,3 Miliar
 “Selain menyerahkan dana sharing kami juga menyerahkan dana PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) sebesar 60 Juta untuk 11 mitra binaan. Dengan dana pinjaman ini supaya para pengusaha kecil dapat meningkatkan usahanya. Untuk peternakan, pertokoan dan industri kecil lainnya”Kata Administratur .Perhutani Kebon Harjo Sudarwanto

Sudarwanto  menjelaskan  “tidak semua LMDH menerima dana sharing produksi, karena tidak semua mempunyai petak pangkuan yang beproduksi pada tahun 2010, dari LMDH di KPH Kebonharjo berjumlah 59 yang mendapat sharing hanya 15 LMDH.”Terangnya

Pihaknya berharap Dana yang sudah diterima tersebut  dapat berkembang misalnya  digunakan untuk pemberdayaan masyarakat, peningkatan usaha produktif dan pengembangan usahalainnya , sehingga ekonomi masyarakat dapat tumbuh dan berkembang, sehingga masyarakat hidup sejahtera,” Pinta  Sudarwanto.

Setelah semua turut merasakan hasil dari hutan, maka kita semua wajib turut serta melestarikan hutan, menjaga dan mengamankan hutan serta mendukung pemberdayaan sumber daya hutan, mulai dari sukses tanaman, sukses keamanan dan sukses produksi.  Sehingga hutan tetap lestari dan rakyat hidup sejahtera. Apalagi hutan Perhutani Kebonharjo sudah mendapatkan pengakuan dari badan dunia yang independen dan kredibel berupa Sertifikat Pengelolaan Hutan Lestari (PHL).”Pungkasnya  (hasan)

Ratusan Warga Hijaukan Turus Jalan

AliansiJournalis
Rembang
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Masyarakat Lingkungan Hidup (LMLH) Rembang membuat gebrakan di akhir tahun. Melibatkan sekira 500 orang dari 4 desa dan puluhan pelajar serta anggota pramuka, diajak berperan serta menghijaukan turus jalan.
Dandim 0720 dan Kapolres Rembang Berikan Arahan kepada Pelajar
Tokoh masyarakat Kec. Sedan yang juga Ketua Komisi C DPRD Rembang,H. Hakam SH  disela kegiatan menerangkan, penghijauan kali ini ditanam sejumlah 5.000 batang bibit pohon trembesi dan mahoni hasil swadaya dan sumbangan dari Kodim 0720 Rembang. Ditanam beramai-ramai di ruas jalan penghubung kecamatan Kragan-Sedan, sekira 12 kilometer. "Gerakan penghijauan hari ini (Rabu, 28/12) cukup spekatakuler, ratusan peserta secara gotong royong menanam ribuan batang tanaman penghijauan di tanah kosong tepi jalur penghubung antar kecamatan, tanpa kenal lelah," tuturnya.  
Dia sebutkan semula ragu apakah warga antusias dilibatkan pada kegiatan tersebut karena dimulai pagi hari dan diperkirakan selesai selepas siang. Namun keraguan itu luruh manakala sejak pagi ratusan warga dari 4 desa, pelajar dan pramuka telah berada di lokasi sebelum para pejabat yang diundang ikut proaktif melakukan penanaman hadir. "Luar biasa animo warga dan semua unsur yang terlibat dalam penghijauan kali ini. Mereka sudah siap di lokasi dengan membawa peralatan yang diperlukan sebelum Dandim dan Kapolres Rembang serta Muspika datang," katanya dengan nada bangga.
Kedepan tambahnya, gerakan penghijauan akan ditingkatkan di Kecamatan Sedan, khususnya di tanah kosong turus jalan penghubung dengan kecamatan lain. Politisi asal FP3 tersebut akan mengajak serta rekan-rekannya anggota dewan untuk 'turba' untuk bergotong royong dengan warga dalam kegiatan pelestarian lingkungan hidup itu. "Kami akan lebih proaktif dalam kegiatan penghijauan bersama masyarakat. Bahkan akan terlibat langsung dalam merawat tanaman penghijauan agar tumbuh dan berkembang, karena selain menjadi peneduh jalan juga memiliki fungsi penting sebagai penyimpan air tanah, pencegah bencana dan sebagai paru-paru bumi," imbuhnya.

Komandan Kodim 0720 Rembang, Letkol ARM Dedy Jusnar Hendrawan usai penghijauan mengumpulkan seluruh peserta untuk diberi arahan tentang pentingnya melestarikan jati diri bangsa, khususnya semangat kebersamaan yang terwujud dalam gotong royong. Saat menunjuk seorang pelajar dan meerintahkan menjawab sila ke-empat Pancasila, ternyata tak mampu menjawab dengan benar, hal tersebut menjadi kekhawatiran mendalam bagi dirinya. "Kalian boleh mengenal kemajuan jaman dalam era globalisasi ini, tidak gaptek dan mahir menggunakan internet, mengenal dunia seolah tanpa batas. Namun jangan membuat kalian terlena dengan jati diri bangsa sendiri, masak sebagai pelajar tidak bisa menyebutkan idielogi bangsa secara benar, hal seperti ini tak boleh terjadi," harapnya.

Sedangkan Kapolres Rembang, AKBP Adhy Fandy Ariyanto saat didaulat memberikan arahan, berpesan kepada warga dan para pelajar peserta kegiatan penghijauan supaya mengedeoankan kesadaran hukum, khususnya tertib dalam berlalu lintas. Pihaknya merasa prihatin dengan masih minimnya kedisiplinan pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm saat berada di jalan raya. "Kami aparat kepolisian berharap supaya muncul dan tumbuh kesadaran dari pribadi warga untuk memenuhi semua aturan hukum yang berlaku, utamanya mentaati ketentuan disiplin berlalu lintas. Tujuannya untuk mencipatakan rasa aman dan nyaman di jalan serta menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah kerja Polres Rembang," cetusnya.

Dari Muspika setempat sendiri menjelang berakhirnya kegiatan disampaikan ajakan kepada warga untuk tidak berhenti pada kegiatan menanam saja. "Perlu ditindak lanjuti dengan perawatan, agar capaian penghijaan sesuai dengan tujuan bersama yang diinginkan," ujar Camat Sedan, Wahyoe Oetomo SH. (hasan)
Selasa, 27 Desember 2011

PAW Maliki Dijaga Ketat Aparat Keamanan

AliansiJournalis
Rembang
Proses pergantian antar waktu (PAW anggota DPRD Rembang dijaga aparat keamanan ekstra ketat digedung DPRD Rembang,Selasa( 27/12) Pasalnya, anggota DPRD Maliki Nurudin saat ini masih mengajukan gugatan di PN setempat dan PTUN di Semarang.

Anggota Komisi D, Maliki Nurudin dari Fraksi PDI Perjuangan,Selasa kemarin di PAW dandigantikan oleh kader PDI-P dibawahnya, yakni A Maskur Rukani melalui sidang istimewa DPRD Rembang. Meski Maliki Nuridin tidak hadir dalam PAW, ketua DPRD Rembang, Ir H Soenarto tetap memimpin proses pergantian anggota, berikut pengucapan sumpah dan janji. 

   

Menurut Ketua DPC PDI- P, Rembang, Soemadi Hadisiswoyo di sela-sela pelantikan, Maliki Nurudin sebagai kader partai telah beberapa kali melakukan berbagai pelanggaran,sehingga merugikan partai. “Upaya mediasi yang dilakukan Pengadilan Negeri sudah dilakukan tetapi gagal. Kalau dia tetap menempuh jalur hokum, itu hak dia sebagai warga Negara,” kata Soemadi. Proses PAW, kata Soemadi, sudah
sesuai prosedur dan dilaporkan ke induk partai, menyusul turunnya surat persetujuan  dari Gubernur Jawa Tengah.

 Saat dihubungi lewat ponselnya, Maliki Nurdin sengaja memilih tidak hadir dalam PAW karena ia merasa didholimi oleh partai politik tempat ia bernaung. “ Berbagai peraturan dan perundangan mestinya ditelaah bersama, jangan main PAW. Saya tetap mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara,” kata Maliki. (Hasan).

Diduga Hasil Kejahatan Warga Temukan Brankas Di Lokasi Tambang

AliansiJournalis
Rembang
Brankas  diduga hasil kejahatan, dibuang di lokasi bekas  galian sirtu desa Sumur tawang RT 04/02 Kec Kragan  selasa siang   (27/12) ,barnkas ditemukan dalam keadaan rusak ,dan hanya tinggal dokumen berharga milik  warga Tuban Jatim ditemukan   salah satu pengemudi truk yang hendak mengangkut sirtu dilokasi tambang   
Brankas saat  dibawa ke Makopolsek Kragan
 Kapolres Rembang AKBP Adhi Fandhi Ariyanto ,saat dihubungi wartawan mengatakan, pihaknya belum bisa memasktikan siapa pemilik brankas tersebut. Namun Kapolres  menduga, brankas warna abu-abu  ini  merupakan hasil kejahatan yang sengaja dibuang pelaku, setelah menguras isinya.
Brankas pertama kali ditemukan .Ngalimin 45th  warga desa pandangan kulon Kecamatan kragan  “Saat itu saksi yang bermata pencaharian sebagai sopir truk   hendak memuat sirtu .dilokasi galian , ia melihat brankas. Ia lalu lapor kePetugas kepolisian sektor setempat ,”Ungkap Kapolres  
Tiga Buah BPKB dan Ijasah
Petugas mendatangi lokasi dan mengamankan brankas tersebut beserta sejumlah 4  dokumen berharga berupa 3 buah BPKB atas nama Llily Triana Spd. Dan Janu trilaksono beralamatkan Latsari  V/8-D RT 04/01 Tuban Jatim serta `Satu  ijasah Sekolah Dasar Kebon sari 2   milik Fajar Febryanto 13th   , setelah sebelumnya melakukan olah TKP. Kondisi brankas dalam keadaan terbuka. Tutup brankas sudah terbuka dalam keadaan rusak
“Dugaan kami, brankas ini berisi benda-benda berharga dan perhiasan kalau melihat dokumen yang ditinggal memang dari jatim  . Kasus penemuan brankas ini sedang kami dalami,” kata Adhi Fandhi (Hasan)
Senin, 26 Desember 2011

"Tak Laku “ Ganti Jenis Yang Baru

AliansiJournalis
Rembang
Bagi  anda   yang sering menggunakan kendaraan Umum Bus jurusan Surabaya –Semarang tentunya  di perjalanan memasuki kota Lasem sampai dengan kota Rembang baik menurunkan penumpang atau menunggu penumpang  ,tentunya   melihat sekelompok Pengamen –dan Pedagagang asongan yang berseragam lengkap dengan rompi hitam atau kaos  bertuliskan OPPEL(Organisasi Pedagang dan Pengamen Lasem)bergantian menawarkan dagangan atau memberikan  salam awal kepada sejumlah penumpang saat  pengamen hendak menyanyikan lagu ,
Suyono tawarkan Makanan  Riingan  Cumi-Cumi Kentuky buatannya
Dalam menyajikan lagu mereka biasanya berombongan tiga orang dengan menggunakan alat music gitar , bas dan ketipung yang cukup sederhana. Dengan bahasa yang sopan dia memohon kesediaan dan permintaan maaf para penumpang karena mengganggu perjalanan mereka . Setelah itu merekapun bernyanyi dengan lagu yang cukup populer saat itu , sehingga mampu menghibur para penumpang yang sedang terkantuk-kantuk atau terjaga

Bagi pedagang asongan bis umum ekonomi antar kota antar propinsi terkadang juga berganti profesi sebagai pengamen ini tak lain bertujuan memburu  nafkah bagi keluarga mereka .di pemberhentian bis seperti terminal, pasar , perempatan dengan lampu merah meraka dengan sigapnya turun naik menjajakan dagangannya berupa makanan kecil atau minuman ringan . Tanpa memperdulikan lajunya kendaraan atau lalu lalangnya lalu lintas jalan raya dia tak henti-hentinya menawarkan dagangan yang dibawanya demi beberapa ribu rupiah keuntungan mereka setiap harinya untuk menyambung hidup keluarganya

Pedagang asongan dan pengamen Lasem yang tergabung dalam wadah OPPEL itu tak pernah menyerah dalam kondisi seperti apapun ,contohnya   ,kalau para penumpang bus  bosan dengan lagu-lagu lama para penumpang bus di  hibur dengan lagu baru ada yang karya pengamennya sendiri adapula lagu yang lagi ngetop saat-ini ,sedang untuk pedagang asongannyapun tak mau kalah ,ketika jenis asongan kue atau jajan yang ditawarkan peminatnya berkurang dan dianggap jenisnya itu-itu saja ,ia ganti jenis makanan yang tak mungkin di jumapi di daerah lain .

Seperti halnya apa yang dilakukan Suyono 34th ,karena kue dan kacang mete  jajan yang ia tawarkan beberapa bulan terakhir kurang laku dan pendapatannya menurun drastic, Suyono langsung beralih menjual; Kentuky cumi-cumi hingga kuntaky jeroan”Untuk mengantisipasi lesunya pendapatan dari jualannya dan banyak para penumpang kurang berminat terpaksa kami harus mengganti jajanan ringan yang tentunya tak ada di daerah lain “Ungkap Suyono yang juga ketua OPPEL kepada wartawan

Suyono menambahkan kalau kami tak memiliki inisitif seperti itu tentunya kami tak mampu memenuhi kebutuhan keluarga ,apalagi anggota kami pengasong semua jenis yang dijajakan diatas bus jenisnya sama untuk menghindari persaingan yang mungkin kurang  kami membuat jenis  Kentuky kami buat sendiri “Terangnya

Saat disinggung harga dan  pendapatan dari jenis baru dagangan yang dijajakan Suyono mengatakan untuk setiap bungkusnya dijual dengan harga Rp.5000,- setiap harinya ia bisa menjual seratus bungkus Kentuky buatannya ”Alhamdullilah mas doakan aja semoga bertahan lama “Ungkapnya  sembari bersyukur (hasan)
Minggu, 25 Desember 2011

"Mari Kita Lestarikan Jati Diri Bangsa"

AliansiJournalis
Rembang
Paroki Gereja Santo Petrus-Paulus Rembang, Senen (26/12)menggelar Open House Natal 2011 di aula serba guna setempat. Kegiatan menghadirkan unsur pimpinan Muspida, Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama, tokoh masyarakat dan tamu undangan lain.

Komandan Kodim 0720 Rembang, Letkol ARM Dedy Jusnar Hendrawan saat didaulat memberikan arahan antara lain menyampaikan, saat ini jati diri dan karakter bangsa mengalami gradasi cukup mengkhawatirkan. Kepedulian, kebersamaan dan gotong royong mulai ditinggalkan dan sudah jarang dilakukan. "Entah kenapa situasi sekarang ini sepertinya tak lagi mencerminkan Bangsa Indonesia yang beradab dan bebudaya," sebutnya.
   Pimpinan  Muspida, Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),dan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarkat
Lebih lanjut dikatakan bahwa kemerdekaan negeri ini bukan diperjuangkan satu kelompok-golongan- suku dan agama saja. Seluruh elemen bangsa bersatu padu bersama menggapai kebebasan dari cengkeraman penjajah. "Perjuangan berat meraih kemerdekaan dilakukan secara gotong royong seluruh suku, agama dan unsur bangsa. Karena itu persatuan, kesatuan dan keutuhan negeri ini harus dipertahankan," cetusnya.

Sementara untuk ajaran agama ditegaskannya bila tidak ada lagi masalah yang mendasar di Indonesia. Pasalnya tidak ada agama apapun yang mengajarkan pada umatnya tentang pertikaian, kekerasan dan permusuhan, semua mengajak umat untuk menebarkan kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama. "Mari jati diri dan karakter bangsa kita lestarikan melalui ajaran agama masing-masing, dimulai dari individu-keluarga dan masyarakat," ajaknya.

Sementara itu Ketua FKUB Rembang Zaenal Amroni saat ditemui mengatakan, kegiatan open house yang diselenggarakan Paroki Gereja Santo Petrus-paulus Rembang, bukan merupakan perayaan natal bersama lintas agama. Melainkan acara seremoni dan ajang silaturahmi antar umat beragama di Kabupaten Rembang. "Ini hanya perwujudan semangat kerukunan di Kabupaten Rembang yang berjalan harmonis. Seperti diketahui, kemarin saat misa Natal saja ormas Islam Banser juga terlibat dalam pengamanan gereja," sergahnya.

Selaku Ketua FKUB dirinya telah menanamkan pengertian kepada antar pimpinan umat beragama untuk tidak mencampur aduk urusan ibadah dan sosial. Semua harus berjalan sesuai rel masing-masing dan untuk misi sosial meski atas prakarsa salah satu agama, bisa saja dilaksanakan menjadi kegiatan bersama. "Seperti yang akan dilaksanakan warga NU Rembang, tanggal 7 Januari mendatang. Kegiatan khitanan massal di Gedung Haji akan diramaikan pengobatan gratis yang disuport umat Katholik," ucapnya.

Sedangkan Romo Eka pimpinan Gereja Santo Petrus-Paulus saat dikonfirmasi terkait kegiatan open haouse menyatakan bila acara tersebut sebagai bentuk rasa syukur umat Katholik karena dapat melaksanakan perayaan dan ibadat Natal dengan rasa aman dan nyaman. Tak lupa diucapkan terima kasih mendalam kepada pimpinan aparat keamanan, pimpinan umat beragama lain, tokoh masyarakat dan ormas Isalam yang telah sedia meluangkan dan mengorbankan waktu uktuk turut mengamankan misa di seluruh gereja yang ada di Rembang, hingga berjalan lancar, tertib dan aman. "Ini sesuai dengan tema Natal tahun ini, Damai Di Bumi. Semua pihak bekerja sama menciptakan rasa damai saat kami umat Katholik melaksanakan peribadatan. Semoga damai yang didambakan terus langgeng hingga kapanpun, khususnya di Kabupaten Rembang," tuturnya. (hasan)

Pencurian Komputer Sekolah Kembali Terjadi

AliansiJournalis
Rembang
Kasus pencurian komputer  disekolah -sekolah saat liburan kembali terulang ,kasus pencurian tersebut seakan sudah menjadi siklus tahunan bagi para pencuri saat libur sekolah baik semester maupun libur kelulusan  ,berulang kali himbauan dari pihak kepolisian Polres dan Dinas Pendidikan telah dilakukan kepada pihak Kepala sekolah guru dan tenaga tata usaha serta para  penjaga malam ,namun ternyata himbauan tersebut seakan tak berarti dan kembali sekolah di bobol maling

Kapolsek Sedan  AKP Imade Hartawan

Hal tersebut terbukti dengan raibnya dua unit Komputer  dua Layar LCD serta 2 buah  Printer milik SDN 1 Sedan Kec.Sedan pada jum”at malam (22/12)kejadian tersebut baru diketahui pihak kepala sekolah kesokan harinya ,yang kemudian dilaporkan oleh Kepala Sekolah ke Mapolsek Sedan diteruskan ke KUPT setempat dan Dinas Pendidikan Kab.Rembang

Kepala UPTD Pendidikan Kec. Sedan Dwi santoso saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya kejadian tersebut ,dan pihaknya juga telah menerima laporan dari kepala sekolah SDN 1sedan ,hilangnya  komputer beserta Printer dan  layar  LCD yang dicuri tersebut diperkirakan senilai  Rp.15 juta,-”Ungkapnya

Ilustrasi

Kapolsek Sedan  AKP Imade Hartawan saat dihubungi wartawan pada minggu (25/12) membenarkan dua komputer dua layar  monitor serta printer milik SDN I Sedan  yang disimpan di ruangan tata usaha  raib dimaling. “Pelaku  masuk dengan cara merusak kunci  pintu depan Sekolah kemudian masuk dan mengambil dua unit komputer di ruang kantor tata usaha , pelaku juga mengambil printer ,Aksi pencurian tersebut diketahui Sabtu pagi.Kami akan menyelidiki lebih dalam guna mengungkap aksi pencurian komputer ini,” kata Kapolsek (Hasan)

Misa Natal 2011 Di Rembang Berlangsung Kondusif

AliansiJournalis
Rembang
Perayaan misa natal minggu (25/12)digereja Santo Petrus Jl.Diponegoro Kec. Kota Rembang yang dimulai  pukul 18.00 Sore hingga Pukul 22.00 W.I.B berlangsung khidmad ,perayaan misa natal di Gereja Santo petrus  diperkirakan  dihadiri sejumlah seribu  jemaat baik dari rembang maupun luar daerah ,dengan penjagaan ketat personil Kepolisian ,TNI,Satpol PP,Banser, ,misa natal yang dipimpin oleh Romo Agustinus Eka Winarno malam itu berjalan lancar dan aman

Romo Agustinus Eka Winarno usai memimpin Misa Natal di Gereja Katolik tersebut kepada wartawan mengatakan  umat beragama di Kabupaten Rembang, hidup dalam damai dan berdampingan sehingga perayaan Natal 2011 di sejumlah gereja berlangsung aman dan khidmat.
”Di kabupaten ini, Tuhan mendapat tempatnya. Umat beragama hidup damai berdampingan dengan menghargai perbedaan masing-masing. Natal pun bisa dirayakan oleh umat kristiani dengan aman dan khidmat"Terangnya


Menurutnya, hidup damai berdampingan antarumat beragama di daerah itu antara lain bisa ditilik dari tidak adanya konflik berbau suku, agama, ras, dan antargolongan, meski letak Kabupaten Rembang berada di perlintasan jalur strategis, pantura.”Mestinya hidup damai berdampingan seperti di kabupaten inilah yang diterapkan di setiap daerah di negeri ini. Setiap umat beragama perlu menyediakan tempat untuk Tuhan agar krisis moral tidak semakin menjadi,”Terangnya .

Masih kata Romo Eko, penting bagi umat kristiani menjadikan Natal sebagai titik membangkitkan semangat dalam hidup sekaligus memanggil manusia untuk tetap mengupayakan kesejahteraan semua orang.

Sementara itu Kabagops Polres Rembang AKP Pranandya S. Kepada wartawan mengatakan, saat ini pihak dari kepolisian yang bersatu dengan semua lapisan masyarakat antar umat beragama, sedang menciptakan kondusifitas yang tepat. Sepertihalnya ketika jemaat masuk, harus diperiksa satu persatu.”sejauh ini tidak ada berang mencurigakan dari jemaat, metal detector sudah kami berikan kepada petugas,” paparnya.

Pihaknya menambahkan, meskipun keamanan kondusif, pihaknya tidak akan mengendurkan kewaspadaan dan pengamanan. Hal ini dibuktikan dengan keamanan yang dilakukan dari satpol PP dan banser kabupaten rembang.”Banser juga berperan aktif menjaga keamanan. Hal ini patut ditiru dan dilestarikan karena sara tidak menjadi pembatas untuk melakukan kegiatan sosial,”Pungkasnya (hasan)

“Diduga Berusia Ratusan Tahun” Dua Warga Lasem Temukan Tulang Kaki Manusia

AliansiJournalis
Rembang
Dua warga Desa binangun Kecamatan Lasem masing-masing Dani Wahyu Affandi bersama Deni wahyu Efendi 20th pada hari kamis ( 22/12)temukan tulang kaki manusia dikawasan Rest Area BBS (Bonang Binangun Sluke ) temuan yang diduga bernilai sejarah di kecamatan lasem tersebut  kembali menjadi perbincangan sejumlah warga sekitar .

Dani Wahyu Afandi bersama Deni Wahyu Effendi,20 th, penemu temuan kaki tersebut kepada wartawan  menjelaskan, saat itu kami berdua sedang jalan-jalan menghabiskan waktu sebelum pulang dari kesehariannya menjaga warung dagangannya dikawasan BBS.
”Ketika disana, iseng-iseng kami bermain pasir dan krikil. Kerena keasikan tanpa sengaja kami lihat ada seperti batu aneh,"Ungkapnya

Kasat Reskrim AKP Moh.Bahrin dan Kapolsek Lasem AKP Isnaeni saat di Lokasi temuan


Batu aneh itu, lanjut dani, membuat kami penasaran dengan berbekal ranting disekitanya mereka menggali batu yang sudah kelihatan terkejut dengan apa yang terlihat ternya tulang menyerupai kaki manusia ,kami bergegas memberitahu orang tua yang ada diwarung .”Saat itu, kami memberitahu ibu yang sedang jaga warung. karena khawatir, ibu melarang kami melihat kembali   Mengingat kawasan tersebut terdapat makam yang dipercaya makam yang konon katanya seorang adipati binangun,” ungkapnya.

Deni dan Dani mengatakan , temuan tersebut sudah mereka temukan pada hari kamis  (22/12). Kerena beranggapan temuan tersebut adalah kaki manusia dengan umur ratusan tahun, salah satu warga akhirnya melaporkan kepada pihak yang berwajib untuk diteliti. ”Ini berdasarkan cerita orang-orang terdahulu kalau binangun sebelumnya adalah sebuah kerajaan,” Imbuhnya.
Dani dan Deni bersama warga
Sementara itu Yanto, 46, salah satu warga  dilokasi  dimana ditemukannya kaki tersebut  kepada wartawan menjelaskan, berdasarkan cerita orang tuanya, kawasan binangun sebelumnya adalah kerajaan. Bahkan dipercaya adanya batu bata dan genteng kuno yang ada dikawasan BBS adalah makam salah satu adipati binangun.”Tidak hanya orang tua saya saja  yang bercerita seperti itu, hampir semua warga binangun mendapatkan cerita yang sama dari para orang tuanya,” paparnya.

Berdasarkan ceritanya, makam yang ada dibinangun sebetulnya tidak terdapat jasad ataupun tulang belulang sebagai penguat makam. Hanya saja ada beberapa batu bata dan genteng yang dipercaya adalah makam. Sehingga dibangunlah makam tersebut.”Bisa jadi temuan tersebut adalah jasad atau tulang dari adipati binangun sebenarnya,” katanya.

Kapolres Rembang AKBP Adhi Fandhi Ariyanto melalui  kasat reskrrim Polres Rembang, AKP Moh  Bahrin didampingi Kapolsek Lasem  AKP Isnaeni saat dikonfirmasi wartawan dilokasi temuan ,mengatakan  terkait dengan temuan tersebut pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak yang berwenang terhadap temuan . Yakni, dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang bersama masyarakat sejarawan Rembang dan ahli budaya binangun.
”Kalau melihat tempatnya bisa jadi ini masih terkait dengan sejarah lasem. Akan tetapi akan kami koordinasikan lebih lanjut kepada instansi terkait ,” tandasnya

Kasat Reskrim menambahkan Sebagai langkah pengamanan pihaknya akan sesegera mungkin membatasinya dengan police line. Hal ini dilakukan guna antisipasi untuk menjaga keutuhan dari temuan yang ada.”untuk sementara, kami akan memasang police line sambil menunggu  identifikasi dari para ahli sejarah termasuk arkeolog,”Pungkasnya (hasan)

Siswa MA YSPIS Gandrirojo Dibekali Jiwa Leadership


AliansiJournalis
Rembang
Untuk mencetak kader generasi muda yang dinamis, kreatif, memiliki cukup ilmu berkualitas dan berakhlaq mulia, pengelola Madrasah Aliyah (MA) YSPIS Gandrirojo, Sedan, Rembang, membekali siswanya jiwa  leadership dalam kegiatan Latihan Kepemimpinan Dasar (LKD). Kegiatan positif yang dimaksudkan untuk mengisi lbur sekolah, dilaksanakan mulai 24 hingga 26 Desember 2011 itu bertempat di lingkup MA YSPIS Gandrirojo.
Ketua Panitia LKD, M Taufiq Anas ditemui Minggu (25/12), menerangkan penyelenggaraan tahun 201 ini merupakan LKD angkatan XVII, diikuti siswa kelas X dan XI berjumlah 96 orang. ”Sebelumnya kita gelar seleksi term of train (TOT) dan mereka yang lolos berhak mengikuti LKD selama tiga hari,” ujarnya

Siswi Madrasah Aliyah (MA) YSPIS Gandrirojo, Sedan saat ikuti pelatihan Jurnalistik
Dia tuturkan LKD kali ini mengambil tema Syubbanu al-Yaum Rijalu al-Ghad, seluruh peserta mendapat sejumlah materi dan bimbingan rohani. Antara lain Hukum dan Pergeseran Norma Kehidupan, Dasar-dasar Kepemimpinan, Keorganisasian dan Manajemen Organisasi, Tenik Diskusi dan Pengambilan Keputusan, Dasar-dasar Jurnalistik, Ke-NU-an dan Manajemen Pengelolaan Mading. “Sedangkan untuk bimbingan rohani, peserta akan mengikuti jamaah sholat lima waktu dan kuliah tujuh menit sesudah sholat shubuh,” sebutnya.


Ditambahkan, pengembangan sumber daya manusia pada hakikatnya merupakan pilihan strategi bagi Bangsa Indonesia. Karena, hakikat pembangunan nasional adalah membangun manusia Indonesia seutuhnya secara berkesinambungan dan dinamis. “Hakikatnya LKD merupakan upaya kita menerapkan strategi untuk membangun dan menciptakan manusia yang kreatif, demokratis, beriman, dan bertaqwa,” imbuhnya
.
Terpisah Kepala MA YSPIS Gandrirojo, Muhtar Nuha SH MSi menyampaikan, kegiatan LKD bertujuan untuk menyaring kader penerus organisasi khususnya yang ada di lingkungan MA YSPIS Gandrirojo. Selain itu, LKD juga bertujuan untuk melatih siswa agar mampu bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dilakukan. ”Melalui kegiatan itu, siswa diharapkan mampu menerapkan cara kerja yang populis; cakap menjadi seorang pemimpin; mandiri, disiplin; dan dapat berinteraksi denganlingkungan,” ungkap lelaki berkumis tipis alumni S2 Universitas Islam Malang (Unisma).


Menurut dia, pada dasarya pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bersikap pluralis dan memiliki jiwa yang dinamis. Selain itu, pemimpin harus mampu mempertahankan ideologi kebangsaanya, akses dinamika politik, kemampuan managerial yang ditopang oleh kondisi stabil dan berkembang serta stabilitas keamanan yang terpadu. ”Atas pertimbangan pemikiran itu LKD penting dberikan kepada siswa,”cetusnya.

Animo warga Kecamatan Sedan dan sekitarnya untuk menyekolahkan putra-putrinya ke MA YSPIS semkin menunjukkan trend meningkat. Dari data rekapitulasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) tiga tahun terakhir jumlah siswa yang menuntut ilmu terus bertambah, tahun pelajaran 2008/2009 sebanyak 111 orang; tahun 2009/2010 sejumlah 140 orang dan tahun 2010/2011 kita terima 166 orang. “Kami prediksi program program unggulan alumni mahir mengaji kitab kuning dan menguasai tekhnologi informatika (TI) yang mendorong warga menempercayakan pendidikan putra-putrinya ke MA YSPIS,” pungkasnya(hasan) .
 
© Copyright 2010-2011 Ajour All Rights Reserved.
Template Design by Rembang Online | Published by Aliansi Journalis Rembang | Powered by Blogger.com .