Terkait Dugaan Kasus Korupsi DAK tahun 2011, Kordinator Lespem Desak Kajari Segera Tahan Kadisdik

Sabtu, 29 Juni 2013

Rembang //
Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) Rembang berharap  pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang untuk segara melakukan penahanan  terhadap Kepala Dinas Pendidikan Rembang, Dandung Dwi Sucahyo, yang pada bulan Mei lalu telah ditetapkan menjadi tersangka atas dugaan kasus korupsi pengadaan buku ajar SD/SMP dengan kerugian negara mencapai Rp 4,2 milyar yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2011 sebesar Rp 8 miliar.

Koordinator Lespem Rembang, Bambang Wahyu Widodo menyebutkan kejati harus bergerak cepat sebab yang bersangkutan telah ditetapkan menjadi tersangka sejak bulan Mei lalu.
”Kejaksaan harus segera melakukan  penahanan Kadisdik Rembang, agar pengusutan tersangka lain bisa lebih cepat, kami khawatir dengan tidak segera ditahan yang bersangkutan nantinya bakal berpotensi  menghambat atau mempersulit pengusutan keterlibatan tersangka lain,” tegas Bambang, 
Koordinator Lespem Rembang, Bambang Wahyu Widodo
Menurut Bambang dugaan kasus pengadaan buku ajar dengan kerugian negara mencapai Rp 4,2 milyar yang didanai dari DAK tahun 2011, memiliki potensi besar menyeret keterlibatan tersangka lain seperti rekanan atau pihak ketiga pengadaan buku itu.”Dengan belum ditahanya Kadisdik setelah ditetapkan menjadi tersangka bulan Mei lalu, tentu bisa berpotensi mempengaruhi atau kongkalikong dengan tersangka lain. Tentu ini bisa menghambat pengusutan kasus ini,” katanya.

Sebelumnya kejati Rembang telah menyeret dua orang tersangka selain Kadisdik Rembang, kejari Rembang juga telah menyeret Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Buku ajar SD/SMP, Bambang Joko Mulyono. Bambang yang juga Sekretaris Dinas Pendidikan Rembang itu, pada kamis (27/6), usai menjalani sidang untuk kali ke dua di pengadilan tidak pidana korupsi (Tipikor) di Semarang pada Kamis (27/6) kemarin.

Pada sidang ke dua kemarin Bambang Joko M yang dititipkan dilapas klas I Rembang didampingi sejumlah kepala sekolah dan  guru di Rembang untuk memberikan dukungan moral. Menurut Koordinator Lasepem, Bambang Wahyu Widodo, dukungan moral yang dilakukan sejumlah oknum guru dan kepala sekolah di Rembang dengan turut mendampingi persidangan Bambang Joko di Semarang bisa dikategorikan sebagai upaya mangkir dari jam kerja.

”Mereka tidak memberi contoh yang baik pada anak-anak didiknya karena  meninggalkan tanggungjawab mereka di sekolahan yang kini tengah masuk pada penerimaan siswa baru, mereka bisa dikatakan makan gaji buta sebab mereka kan PNS,” ujarnya.

Bambang yang mengaku memantau langsung keberangkatan Bambang Joko ke Semarang sempat menyayangkan ulah sejumlah oknum guru dan kepala sekolah yang memaksa hendak ikut satu mobil bersama Bambang Joko.”Padahal yang dinaiki Bambang Joko itu mobil tahanan, menurut saya ulah oknum para guru dan kapsek yang hendak memberikan dukungan Bambang Joko di semarang kemarin, seperti orang yang tidak tahu malu,” katanya.

Kepala Kejaksaan Negeri  Rembang, Sudirman Syarif menyebutkan saat ini berkas pemeriksaan atas tersangka Kadisdik Rembang, telah hampir rampung, Dia menargetkan sebelum puasa berkas pemeriksaan itu akan segera diajukan pada Kejaksaan Agung untuk mendapatkan persetujuan penahanan.”Jika semua berjalan seusai rencana, kami perkirakan sebelum tanggal 20 Juli mendatang Kadisdik sudah akan kita tahan,” tegasnya kemarin.

Tidak hanya kasus DAK 2011, Sudirman menegaskan tersangka kasus lain seperti kasus PPID, Pengadaan Bibit Rakyat 2010-2011, juga akan dimintakan persetujuan pada Kejagung untuk dilakukan penahanan terhadap para tersangka.”Kami berharap masyarakat rembang mendukung upaya kami ini,” harapnya (san).

Share this article on :
 
© Copyright 2010-2011 Ajour All Rights Reserved.
Template Design by Rembang Online | Published by Aliansi Journalis Rembang | Powered by Blogger.com .